Terdapat 4 metoda Keluarga Berencana

  1. Metoda hormonal: Pil, Suntik, Implan dan IUD dengan hormon
  2. Metoda Barrier :  Kondom, Spermatisida, vagina diafragma
  3. IUD (spiral)
  4. KONTAP (kontrasepsi mantap/steril/tubektomi)

1. Metode Hormon : Metode kontrasepsi dengan pemberian hormon

Pil KB

Keuntungan pil ini adalah tetap membuat menstruasi teratur, mengurangi kram atau sakit saat menstruasi. Kesuburan Anda juga dapat kembali pulih dengan cara cukup menghentikan pemakaian pil ini. Namun minum pil KB harus dilakukan secara teratur, kalau tidak disiplin sama saja dengan tidak menggunakan alat kontrasepsi

Suntik KB

Jenis kontrasepsi ini pada dasarnya mempunyai cara kerja seperti pil. Periodenya per satu bulan atau 3 bulan

Susuk KB

Implant/susuk KB adalah kontrasepsi dengan cara memasukkan tabung kecil di bawah kulit pada bagian tangan yang dilakukan oleh dokter Anda. Tabung kecil berisi hormon tersebut akan terlepas sedikit-sedikit, sehingga mencegah kehamilan.

2. Metode Barriers : metode kontrasepsi melalui pencegahan bertemunya sperma dengan sel telur

Kondom

Penggunaan kondom cukup efektif selama digunakan secara tepat dan benar. Kegagalan kondom dapat diperkecil dengan menggunakan kondom secara tepat, yaitu gunakan pada saat penis sedang ereksi dan dilepaskan sesudah ejakulasi. Alat kontrasepsi ini paling mudah didapat serta tidak merepotkan. Kegagalan biasanya terjadi bila kondom robek karena kurang hati-hati atau karena tekanan pada saat ejakulasi sehingga terjadi perembesan. Kondom juga mencegah tertularnya HIV atau penyakit seksual lain.

Spermatisida

Ini bahan sejenis bahan kimia aktif yang berfungsi “membunuh” sperma. Dapat berwujud cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Ketika memasukkan spermatisida kedalam vagina harus menggunakan alat yang telah disediakan dalam kemasan. Sangat tidak diperbolehkan menggunakan tangan!. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut belum yang cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu kurang dari 6 jam usai senggama.

 

Vagina Diafragma

Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektifitasnya alat kontrasepsi ini bisa menurun bila terlalu cepat dilepas kurang dari 8 jam setelah senggama. Namun penggunaan jenis kontrasepsi ini tidak lazim di Indonesia

3.  IUD (Spiral)

Intrauterine Device atau biasa juga disebut spiral karena bentuknya memang seperti spiral. Teknik kontrasepsi ini adalah dengan cara memasukkan alat yang terbuat dari tembaga kedalam rahim.Angka kegagalannya rendah, tetapi secara periode harus dilakukan pemeriksaan USG untuk menentukan letaknya tidak berubah.

Modifikasi lain dari IUD adalah Mirena adalah IUD yang mengandung sedikit hormon.

4. KONTAP (kontrasepsi mantap/steril/tubektomi)

Tubektomi atau sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang memerlukan pembedahan. Motode ini dipergunakan oleh pasangan yang tidak ingin mempunyai anak lagi.

Apapun pilihan Anda, silahkan konsultasikan dahulu dengan dokter kandungan Anda, dan bicarakan dengan pasangan agar tercipta rasa nyaman selalu.

Kontrasepsi Ideal Ibu Menyusui

Yang harus diperhatikan pada pemilihan kontrasepsi pada masa laktasi ini sebaiknya tidak mempengaruhi:

  1. Kualitas dan produksi ASI
  2. Pertumbuhan bayi tidak terganggu
  3. Mudah dipergunakan
  4. Efek samping minimal/negatif
  5. Efektif
  6. Murah
  7. Fertilitas kembali cepat ( mudah hamil kembali saat kontrasepsi dilepas)

Cara Kerja Progesteron

Kerja progesteron menguntungkan ibu menyusui karena tidak terjadi ovulasi maupun tidak terjadinya pembuahan, dengan tidak mengurangi produksi ASI

  1. Mengentalkan mukus serviks
  2. Menghambat penetrasi sperma
  3. Membuat endometrium tidak siap untuk  menerima nidasi, karena endometrium biasanya menjadi tipis

Pil Progestin only (POP)

Pemberian pil kontrasepsi yang hanya berisi progestin tidak mempengaruhi produksi ASI, beberapa juga  penelitian menyebutkan tidak mempengaruhi kualitas nutrisi yang terkandung pada ASI maupun kuantitas ASI tersebut.

  1. Cocok untuk ibu menyusui yang ingin memakai pil KB
  2. Sangat efektif pada masa laktasi
  3. Dosis rendah
  4. Tidak menurunkan produksi ASI
  5. Tidak memberikan efek samping  seperti estrogen
  6. Kesuburan dapat kembali dengan cepat setelah pil progestin ini dihentikan
  7. Efek samping yang mungkin terjadi adalah
    – gangguan perdarahan
    – perdarahan bercak
    – perdarahan tidak teratur

Indikasi penggunaan POP

Pemakaian pil kontrasepsi yang berisi hanya progestin saja (POP), tidak hanya diperuntukkan untuk wanita yang menyusui. Pada beberapa kondisi tertentu, juga dapat menggunakan POP ini, nah, mari kita lihat siapa saja sih yang dapat menggunakan POP ini

  1. Wanita menyusui yang ingin berKB
  2. Kontraindikasi atau berisiko menggunakan pil kontrasepsi kombinasi
  3. Berisiko menderita penyakit venous/arterial dengan menggunakan pil kontrasepsi kombinasi
  4. Wanita yang memilih menggunakan metode ini
  5. Perokok
  6. Pasca keguguran

Kapan kita menggunakan POP

Pil progestin only ini ada beberapa yang sudah kita kenal, diantaranya exluton dan microlut. Jika Exluton mengandung 0,5 mg lynestrenol, microlut mengandung 0,03 mg norgestrel.

Referensi yang saya miliki kebetulan berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap microlut

  1. Bila menyusui antara 6 minggu dan 6 bulan pasca persalinan dan tidak haid, Microlut dapat dimulai setiap saat
  2. Bila lebih dari 6 minggu pasca persalinan dan akseptor telah mendapat haid, Microlut dapat dimulai pada hari 1 – 5 siklus haid
  3. Bila kontrasepsi sebelumnya yang digunakan adalah AKDR (termasuk AKDR yang mengandung hormon), Microlut dapat diberikan pada hari 1 – 5 siklus haid. Tentunya setelah dilakukan pengangkatan AKDR.
  4. Microlut dapat diberikan segera pasca keguguran
  5. Microlut diminum pada hari pertama haid pada jam yang sama setiap harinya
  6. Bila akseptor sebelumnya menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin menggantikannya dengan Microlut, dapat segera diberikan, tidak perlu menunggu sampai datangnya haid berikutnya
  7. Bila kontrasepsi yang sebelumnya adalah kontrasepsi suntikan, Microlut diberikan pada jadwal suntikan yang berikutnya

Catatan khusus

Ada beberapa kondisi khusus yang harus kita ketahui juga

  1. Bila akseptor muntah/diare dalam waktu 3-4 jam setelah minum tablet, gunakan metode barier selama 7 hari
  2. Bila akseptor menggunakan pil terlambat lebih dari 3 jam, minumlah pil tersebut begitu akseptor ingat, dan gunakan metode barier selama 7 hari
  3. Jika lupa 1-2 tablet dan tidak mendapatkan haid dalam 45 hari ke depan,hentikan Microlut dan gunakan metode kontrasepsi alami sampai benar-benar dibuktikan tidak hamil
  4. Walaupun akseptor belum haid, mulailah paket baru sehari setelah paket terakhir habis

Terjadinya perubahan pola haid merupakan hal yang sering ditemukan selama menggunakan Microlut, terutama pada 2 atau 3 bulan pertama
Perubahaan pola haid umumnya bersifat sementara dan tidak sampai mengganggu kesehatan

Kontra indikasi

Wanita yang tidak dianjurkan untuk menggunakan pil ini.

  1. Hamil atau diduga hamil
  2. Perdarahan per vaginam yang belum jelas penyebabnya
  3. Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
  4. Menggunakan obat tuberkulosis (rifampisin), atau obat untuk epilepsi (fenitoin dan barbiturat)
  5. Kanker payudara atau riwayat kanker payudara
  6. Mioma uterus
  7. Riwayat stroke

Sebelum menentukan alat kontrasepsi yang mana selama masa laktasi harus dilihat kondisinya, untuk itusebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan anda.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran konsultasi, silakan hubungi RSIA Tambak 0212303444

CategoryKesehatan Wanita
Write a comment:

*

Your email address will not be published.

2014 © Copyright - RSIA Tambak by Incode Online

Nomor Pendaftaran      021-2303444 Ext. 101/102
Whatsapp. 087880676072