Autisme biasanya diartikan dengan anak yang mengisolasi diri dari lingkungan sambil menggoyangkan tubuh berulang kali. Autisme punya gejala yang sangat bervariasi. Mulai dari autisme berat atau sering disebut classic autism hingga kategori sangat ringan hingga tidak tampak seperti anak autistik sama sekali.

 Kapan Deteksi Autisme Dilakukan?

Selama beberapa dekade terakhir, Autisme diyakini tidak dapat didiagnosis dan ditangani hingga anak berusia 3 tahun. Kini, waktu 3 tahun dirasa sudah terlambat. Perangkat skrining modern memungkinkan dokter mendeteksi anak dengan resiko autisme pada usia 18 bulan atau bahkan lebih dini,  karena semakin cepat diagnosis dan terapi, hasilnya akan semakin baik.

Berbagai studi menunjukkan bahwa autisme melibatkan komponen genetik. Anak yang memiliki saudara kandung dengan autisme punya resiko 15-20 persen lebih tinggi mengalami kondisi yang sama.

Hasil riset menunjukkan  bahwa lingkungan juga diduga punya peran dalam kasus autisme. Tanpa faktor lingkungan, anak yang memiliki kelemahan gentik belum tentu menyandang autisme.

Skrining Dini Autisme

AAP merekomendasikan setiap anak mendapat skrining pada usia 18 dan 24 bulan. Namun pada sebagian kasus, bayi sudah menampakkan sinyal autisme pada usia 9 bulan. Jika Anda khawatir terhadap perkembangan bayi, segera didiskusikan dengan dokter dan minta dokter melakukkan evaluasi.

Sinyal Autisme Para pakar kini percaya bahwa Anda bisa menangkap tanda awal autisme pada bayi sebelum dia berusia 4 bulan. Berikut sinyal-sinyal yang mungkin menjadi indikasi bayi Anda memerlukan evaluasi tumbuh kembang, menurut CDC. Diagnosis dini bisa membawa perubahan dramatis.

 USIA 3 BULAN

  • Tidak merespons suara keras
  • Mata bayi tidak mengikuti obyek yang bergerak
  • Tidak meraih dan menggenggam obyek
  • Tidak tersenyum kepada orang sekitar
  • Tidak mengoceh
  • Tidak menaruh perhatian pada wajah-wajah baru

 USIA 7 BULAN

  • Tidak memalingkan kepala untuk mencari sumber bunyi
  • Tidak menunjukkan cinta kepada anda
  • Tidak tertawa atau bersuara nyaring
  • Tidak meraih obyek
  • Tidak tertawa sendiri
  • Tidak berusaha menarik perhatian melalui perilaku
  • Tidak tertarik dengan berbagai permainan, misalnya cilukba

USIA 12 BULAN

  • Tidak merangkak
  • Tidak  mengucapakan kata bermakna
  • Tidak menggunakan bahasa tubuh, seperti melambai atau menggoyangkan kepala
  • Jarinya tidak menunjuk ke obyek atau gambar
  • Tidak dapat berdiri ketika anda bantu

USIA 24 BULAN

  • Tidak dapat berjalan
  • Tidak mengucapakan lebih dari 15 kata
  • Tidak menggunakan kalimat yang terdiri atas dua kata
  • Tidak mengetahui fungsi perangkat rumah sederhana, misalnya telepon atau sendok
  • Tidak menirukan gerakan atau ucapan Anda
  • Tidak dapat mendorong mainan beroda
  • Tidak mengikuti perintah sederhana

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

2014 © Copyright - RSIA Tambak by Incode Online

Nomor telp UGD      021-2303444