Ada beberapa gangguan pada tumbuh kembang anak, yang bisa menjadi masalah jika tidak diperhatikan. Oleh karena itu, memantau sejak dini bisa memberikan penanganan antisipatif.

Memonitor tumbuh kembang anak, penting dilakukan. Tujuannya agar bisa diketahui sejak dini, jika ada kelainan yang terjadi, sehingga penanganan antisipatif bisa dengan cepat diambil. Waktu terbaik untuk melakukan skrining tumbuh kembang adalah pada usia 0-3 tahun. Masa 0-3 tahun juga waktu terbaik untuk melakukan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang anak.
Dalam tumbuh kembang anak, ada beberapa hal yang bisa menjadi masalah dan menghambat perkembangan anak. Jika masalah tidak cepat ditanganni, bisa merugikan anak dilingkungan keluarga dan sosial kelak.

MASALAH YANG SERING TERJADI PADA TUMBUH KEMBANG ANAK

Gangguan Bicara dan Bahasa

Berbicara merupakan titik sentral penting, bagi seluruh perkembangan anak. Keterlambatan bicara sering terjadi pada anak. Hal tersebut terjadi karena adanya keterlambatan manuritas (kematangan) dari proses saraf pusat yang diperlukan, dalam memproduksi kemampuan berbicara. Kurangnya stimulasi juga bisa menjadi penyebab gangguan ini, dan jika tidak segera ditangani gangguan ini bisa menetap.

Menurut beberapa penelitian, penyebab gangguan berbicara terjadi karena adanya gangguan hemisfer dominant. Gangguan ini mengarah ke otak bagian kiri. Beberapa ada juga yang ditemukan di otak sebelah kanan, korpus kalosum, dan lintasan pendengaran yang saling berhubungan. Gangguan bicara sering terjadi pada anak laki-laki dan biasanya ringan. Umumnya, kemampuan berbicara akan terlihat baik saat umur 2 tahun.

Cerebral Palsy (CP)

Cerebal palsy merupakan kondisi yang menyerang pusat kendali pergerakan.”Anak dikatakan menderita CP jika mengalami gangguan motorik, ada gangguan pada tonus otot, terutama di gerak motorik yang disebabkan cedera di otak yang sifatnya non progresif”.

Anak yang mengalami gangguan ini, akan menyebabkan kesulitan dalam memegang obyek, merangkak dan berjalan. Penderita juga mengalami kejang dan gangguan mental. CP berat menyebabkan anak tidak bisa berjalan dan memerlukan perawatan ekstensif jangka panjang. Sedangkan CP ringan hanya sedikit canggung dalam gerakan, dan membutuhan bantuan khusus.

Sindrom Down

Gangguan ini merupakan kelainan genetic, disebabkan jumlah kromosom 21 yang lebih banyak disbanding orang normal. Manusia normal memiliki kromosom 46, sedangkan pendeita sindrom down memiliki kromosom 47. Gangguan ini ditandai dengan wajah yang mirip orang Mongolia dan penderita mengalami cacat mental. Gangguan ini bisa terdeteksi saat masa kehamilan ibu, dengan cara pengambilan contoh air ketuban, dan tes darah sebelum minggu ke 16 masa kehamilan.

Perawakan Pendek

Ini adalah merupakan keadaan di mana anak memeliki tinggi badan dibawah persentil ke-3 (P

Autis

Autis merupakan kondisi anak sejak lahir, yang membuatnya tidak dapat melakukan hubungan sosial atau berkomunikasi secara normal. Akibatnya, anak merasa terisolasi dan masuk ke dunianya sendiri, aktivitas dan minta yang obsesif (baron-Cohen, 1993).

Gejalanya muncul saat anak berumur 3 tahun. Yang dirasakan biasanya komunikasi (terlambat atau tidak bisa berbicara), sulit bersosialisasi, kelainan pengindraan (sensitive terhadap cahaya, pendengaran, sentuhan, penciuman, dan rasa), dan perilaku (hiperaktif dan pasif). Namun kadang kala bisa terdeteksi sebelum usia 3 tahun.

Retardasi Mental

Retardasi mental adalah keadaan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Biasanya terjadi perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan. Gejala utama pada retardasi mental ialah intelegensi yang terbelakang atau keterbelakangan mental (IQ)

Sumber : Ethical Digest

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

2014 © Copyright - RSIA Tambak by Incode Online

Nomor telp UGD      021-2303444